Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2008

juara memeras tingkat dunia

Saat pulang kampung beberapa hari lalu, aku ketemu kawan lama. Calon dokter muda dari Amerika yang masih tetap saja seperti dulu. Tetap nyantai, tetap mbanyol dan tak pernah kehabisan bahan lelucon. Dia pernah bilang, hidup ini adalah panggung srimulat, jadi harus disikapi dengan banyak lelucon. Betapapun kita meratapi nasib ini, tetap saja tidak akan mampu mengubahnya. Jadi, daripada stress, itung-itung dapat pahala dari menghibur orang.

Kali ini, dia membawa cerita yang agak seriyus dari Amerika sono. Katanya, di salah satu kota di negara ini rutin digelar lomba tahunan. Hadiahnya satu miliar dollar. Ya, lomba memeras kain wol yang tebal dan sangat basah. Lombanya digelar di tepi sungai. Jadi, peserta diwajibkan mengangkat kain wol seberat sekitar satu ton itu dari sungai dan memerasnya hingga kering. Kadar kekeringan diukur dengan sebuah mesin yang sangat canggih.

Pesertanya adalah para jagoan di tiap negara di seluruh dunia. Peserta pertama dari Jepang. Dia adalah seorang sumo. Begitu mengangkat kain wol dari sungai dia langsung memerasnya, semua tertegun, semua bersorak sorai. Hasilnya, mesin penghitung menyatakan masih ada kadar air seberar 10 liter.

Peserta kedua berasal dari China, ternyata jagoan kungfu. Dengan gayanya yang khas kungfu, dia meliuk-liukkan tangannya dan mulai mengangkat dan memeras kain wol tersebut. Penonton terkesima dan bertepuk tangan melihat ketrampilannya. Kadar airnya tinggal 7 liter.

Peserta ketiga berasal dari Amerika. Di luar dugaan, ternyata yang diajukan adalah Arnold Swarzeneger. Dengan gayanya yang sering ditampilkan di film-film, dia langsung menarik wol itu dan memerasnya. Karena digelar di Amerika sana, aplaus penonton tampak meriah luar biasa. Hampir semua penonton memberikan standing aplaus berkepanjangan. Hasilnya, ternyata masih ada sisa air 2 liter air.

Nah, giliran peserta keempat. Dia seorang lelaki tua asal Indonesia. Untuk maju ke panggung lomba, dia harus dipapah dua orang. Sejenak arena lomba hening. Semua orang terkesima. Siapa gerangan seorang tua renta yang berani-beraninya menantang jagoan-jagoan tingkat dunia itu. Tanpa banyak omong, dia langsung mengangkat kain wol seberat satu ton itu dari sungai, dan dalam sekejap dia memerasnya dengan sekali putar. Hasilnya, ternyata kain wol itu kering sama sekali. Tidak ada kadar air sedikitpun di kain wol itu.

Semua penonton terbengong-bengong. Semua terkesima, karena setelah puluhan tahun digelar lomba ini, baru kali ini ada seorang peserta bisa mengeringkan kain wol tanpa ada sisa kadar air sedikitpun.

Kontan saja semua orang mendekat, tentu saja termasuk wartawan seluruh stasiun televisi terkemuka di Amerika dan seluruh dunia. Para wartawan minta waktu khusus untuk mewawancarainya. Ada dua pertanyaan yang paling banyak dikemukakan para wartawan ini, siapa gerangan ahli memeras ini, dan apa latar belakang profesinya. Ternyata, peserta dari Indonesia yang sangat kurus ini agak susah ngomong karena habis terserang stroke.

Dengan agak tertatih-tatih dan suaranya yang berat, juara kontes memeras tingkat dunia ini bicara, “Saya pensiunan jaksa….” (Semua orang pun saling pandang.)

Ini kisah dari kawan loh, namanya mmi, dia bukan calon dokter, tapi baru saja pulang dari dokter karena istrinya baru saja melahirkan anak keduanya…

Banjarbaru,

Kamis, 31 Januari 2008

Iklan

Read Full Post »

Beberapa hari lalu, saya wawancara dengan seorang milyarder muda asal Martapura Kalsel, namanya Lihan. Tidak ada yang spesial dengan penampilannya. Hanya pake kaos oblong dan sandal jepit biasa. Rumahnya juga biasa saja, tidak menampakkan rumah seorang milyarder.  

Rumahnya dijaga seorang satpam yang juga tetangganya sendiri karena tidak tega melihat tetangganya menganggur. Satpam itupun hanya bertugas mencatat tamu-tamu yang datang ke rumahnya. Dari penampilannya yang lugu, semua orang, termasuk saya, pasti tidak akan menyangka kalau dia seorang milyarder. Tapi begitu diberitahu hitung-hitungan bisnisnya, saya langsung terkaget-kaget. (lebih…)

Read Full Post »

Sebelum menikah, adik saya selalu khawatir, selalu takut.
Akibatnya, pernikahannya selalu tertunda hingga beberapa tahun.
Alasannya cukup sederhana, dan saya yakin alasan ini juga dijadikan
alasan bagi banyak calon pengantin lainnya. Dia merasa gajinya
tidak bakal cukup untuk membiayai keluarganya.

Terhadap masalah ini, dia selalu berdiskusi dengan saya. Dia selalu
bilang, pernikahan harus direncanakan secara rasional karena
menyangkut perut istri dan calon anak-anaknya nanti, tentu saja
termasuk masa depan gerbong keluarganya. Jika gaji tidak cukup
untuk membiayai keluarga, mau makan apa anak istri nanti. Jika gaji
tidak cukup, bagaimana dengan biaya sekolah anak-anak nanti. (lebih…)

Read Full Post »

Bicara orisinalitas sebuah karya, di bidang apa saja, untuk saat ini hampir mustahil terjadi. Apalagi orisionalitas 100 persen. Yang ada adalah pengembangan atau penambahan di sana sini. Sebuah karya baru, pastilah sudah pernah ada sebelumnya, meskipun dalam bentuk atau nuansa yang lain. Hal itu, mengingat usia alam semesta ini sudah jutaan tahun, dan setiap detik selalu terjadi pengulangan dari yang pernah ada, yang pernah terjadi di alam semesta ini.

Jadi, tidak ada istilah contek-menyontek (kecuali disengaja), karena apa yang pernah kita lakukan, apa yang sedang kita lakukan, juga yang dilakukan orang lain, pasti sudah pernah terjadi sebelumnya, meskipun dalam bentuk, ukuran atau nuansa yang lain. Tapi, untuk urusan contek-mencontek, saya setuju harus ada satu etikanya. Bukan apa-apa, sebuah karya tetaplah harus dihargai karena diciptakan melalui serangkaian proses yang terkadang tidak mudah. (lebih…)

Read Full Post »

hijrah

Tanpa pemberitahuwan yang memadai, tanpa ada syukuran, tanpa ada tumpengan, tanpa ada perpisyahan disyertai isyak tangis, tanpa terasya, mulai beberapa hari terakhir, saya syudah pindah alamat secara mak jreeeng. HIYAK, syekarang saya sudah memulai hidup baru di wordpress ini. Buanyak orang bilang, mblayang di duniya WP hanya untuk cari popularitas syaja, cari pengklik syaja, atauw banyak komen lain yang ndak bisya saya syebut syatu persyatu. Jawaban saya kepada teman-teman ini: YOBEN.
Sebelumnya, banyak teman lain yang bilang, blogspot suepi pengunjung, ndak punya teman, isyinya yang berat-berat, deelel. Jawaban saya pada teman saya: YOBEN. Ya, saya bilang YOBEN karena memang YOBEN.

Nakh, kenapa saya hijrah saat ini, karena kata pak nabi, bulan syuro (loh, Jawa) itu baik untuk hijrah. HALAH. (emang mau pindah rumah). HALAH (malah bingung mau nulis ada). HALAH (nulis apa sampe ketlingsut nulis ada. MBUH).
Jujur saja, saya anggap pendapat teman-teman saya tadi ndak ada syalahe. Lha wong pendapat2e dewe, yo ra! YUP. Terus, kenapa saya nekad hijrah, ya tersyerah saya juga to! Tapi sebenarnya saya ndak hijrah koq (nggak jadi nangis), saya hanya nambah blog saja (huuuu..)
Ya udah, gitu aja ya teman teman. HALAH, terus intine tulisan iki opo (balang sandal…)

Read Full Post »

sang pemimpi

Mengingat masa kecil memang sangat menyenangkan. Meski hidup dalam kondisi perekonomian yang biasa-biasa saja, bahkan nyaris pas-pasan, tapi kebahagiaan selalu saja mendatangi. Ini sekaligus membuktikan bahwa kebahagiaan memang bisa hadir pada berbagai tingkat penghasilan. Desa kami, meskipun tergolong daerah minus, tapi kehidupan warganya sangat guyup. Mungkin karena keadaan kami yang serba pas-pasan, dan tidak ada jurang pemisah yang mencolok antara yang kaya dan miskin, membuat rasa solidaritas kami sebagai warga desa cukup menonjol.

Sebagaimana layaknya anak kecil yang lain, tiap hari adalah hari libur. Tiap hari, kami isi kehidupan ini dengan bermain dan terus bermain. Sawah, ladang, kambing, sapi, ikan, gunung dan hijaunya daun adalah tempat sekaligus kawan bermain. Seperti layaknya orang lain, hidup adalah untuk bermain, memainkan perannya masing-masing di panggung semesta ini. Yang ada adalah hidup yang menyenangkan. Tidak ada dendam. Dinakali atau menakali kawan adalah hal yang biasa, besok atau beberapa jam kemudian sudah bermain bersama lagi. (lebih…)

Read Full Post »

energi tuhan

Gerakan berpikir positif memang cukup membantu meringankan beban masyarakat di tengah sumpeknya kondisi perekonomian bangsa saat ini. Selain mengajak untuk berbuat kebajikan, berpikir positif ternyata juga membentuk pribadi unggul. Bahkan, bila peminat ideologi baru ini diikuti dan dijalankan banyak orang, tentu saja akan mampu mengubah alam semesta menjadi lebih baik, lebih manusiawi.

Berpikir positif, selain mengurangi dosa massal, juga membuat atmosfer alam semesta menjadi lebih sejuk. Gerakan ini memang perlu terus digaungkan di semua tempat, di semua lini, di setiap waktu. Perlu dilakukan demikian karena selama hampir sepuluh tahun terakhir, bangsa ini dipenuhi oleh hujatan, umpatan, iri dengki dan emosi lainnya yang telah membuat udara menjadi sesak, panas. Tulisan ini sudah pernah saya posting sebelumnya di milirwae pada Desember tahun lalu. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »