Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘tangan tuhan’ Category

sang pemimpi

Mengingat masa kecil memang sangat menyenangkan. Meski hidup dalam kondisi perekonomian yang biasa-biasa saja, bahkan nyaris pas-pasan, tapi kebahagiaan selalu saja mendatangi. Ini sekaligus membuktikan bahwa kebahagiaan memang bisa hadir pada berbagai tingkat penghasilan. Desa kami, meskipun tergolong daerah minus, tapi kehidupan warganya sangat guyup. Mungkin karena keadaan kami yang serba pas-pasan, dan tidak ada jurang pemisah yang mencolok antara yang kaya dan miskin, membuat rasa solidaritas kami sebagai warga desa cukup menonjol.

Sebagaimana layaknya anak kecil yang lain, tiap hari adalah hari libur. Tiap hari, kami isi kehidupan ini dengan bermain dan terus bermain. Sawah, ladang, kambing, sapi, ikan, gunung dan hijaunya daun adalah tempat sekaligus kawan bermain. Seperti layaknya orang lain, hidup adalah untuk bermain, memainkan perannya masing-masing di panggung semesta ini. Yang ada adalah hidup yang menyenangkan. Tidak ada dendam. Dinakali atau menakali kawan adalah hal yang biasa, besok atau beberapa jam kemudian sudah bermain bersama lagi. (lebih…)

Read Full Post »

energi tuhan

Gerakan berpikir positif memang cukup membantu meringankan beban masyarakat di tengah sumpeknya kondisi perekonomian bangsa saat ini. Selain mengajak untuk berbuat kebajikan, berpikir positif ternyata juga membentuk pribadi unggul. Bahkan, bila peminat ideologi baru ini diikuti dan dijalankan banyak orang, tentu saja akan mampu mengubah alam semesta menjadi lebih baik, lebih manusiawi.

Berpikir positif, selain mengurangi dosa massal, juga membuat atmosfer alam semesta menjadi lebih sejuk. Gerakan ini memang perlu terus digaungkan di semua tempat, di semua lini, di setiap waktu. Perlu dilakukan demikian karena selama hampir sepuluh tahun terakhir, bangsa ini dipenuhi oleh hujatan, umpatan, iri dengki dan emosi lainnya yang telah membuat udara menjadi sesak, panas. Tulisan ini sudah pernah saya posting sebelumnya di milirwae pada Desember tahun lalu. (lebih…)

Read Full Post »