Feeds:
Pos
Komentar

cinta

Ada dua kata sederhana, tapi sangat dalam maknanya, cinta dan syukur. Dua kata sederhana inilah, yang selama ini membuat dunia selalu terasa indah. Tapi sayang, manusia terlalu menyombongkan rasionya. Sehingga, dua kata indah ini menjadi kehilangan maknanya. Bahkan, dua kata ini sering dijadikan sebagai alat pembenar rasio untuk tujuan-tujuan materi belaka.

Maka tak heran, ketika cinta telah tiada, seorang bayi merah harus dibuang ke selokan. Seorang bayi mungil yang masih lengkap dengan ari-arinya ditemukan tergeletak di dalam kardus di pojokan tempat sampah. Padahal, sebelum bayi tak berdosa itu terlahir, berjuta kata cinta diumbar di dalam kamar-kamar mesum. Kata cinta dijadikan sebagai sebuah legalitas, sekaligus pembuktian untuk berbuat mesum pasangan dimabuk nafsu.

Cinta, merupakan sebuah kata yang berarti kehangatan seorang
ibu yang sedang menyusui bayinya sambil berdendang. Cinta merupakan sebuah dekapan hangat seorang nenek kepada cucunya. Cinta merupakan sesuap bubur hangat yang disodorkan seorang cucu perempuan mungil kepada kakeknya yang sudah renta dan tak berdaya. Cinta merupakan secangkir kopi pagi yang disodorkan seorang nenek kepada suaminya yang telah berusia senja.

Syukur, merupakan tindakan yang tercipta karena cinta. Syukur adalah ungkapan terima kasih atas karunia indah bernama cinta. Dua kata ini, sungguh membuat dunia terasa damai dan indah. Dengan syukur, manusia akan selalu berkelimpahan cinta. Dengan syukur, manusia akan selalu didatangi cinta. Kabar baiknya, cinta dan syukur ini bisa mampir ke semua tingkatan kesejahteraan. Maka, jangan sia-siakan dua kata indah ini.

Banjarbaru
10 Februari 2008

Iklan

Bila anda suka berpikir negatif, jorok, suka menjelek-jelekkan orang lain, atau berpikir tentang kejahatan, maka berhati-hatilah. Karena, bisa jadi hal itu justru akan menimpa diri anda sendiri. Jika anda melakukan hal negatif itu setiap waktu dan terus-menerus, maka hal-hal itulah yang akan melingkupi kehidupan anda seterusnya.

The secret karya Rhonda Byrne yang fenomenal itu mengatakan, manusia ini merupakan bagian dari sebuah sistem mekanis alam semesta yang maha dahsyat ini. Jadi, tubuh mungil manusia yang masih suka meriang kalau kena hujan, suka melepuh karena panas, suka benjol karena ketimpuk batu, ternyata punya andil yang cukup dahsyat dalam proses peredaran alam semesta ini. Itu terjadi karena manusia dikaruniai pikiran yang terhubung langsung dengan sistem mekanis alam semesta. Lanjut Baca »

jenuh

Hari ini, tiba-tiba saja saya dihantam kejenuhan. Tak tahu harus berbuat apa. Tak bisa berbuat apa-apa. Yang ada, pikiran melayang tak karuan. Blogwalking sekitar dua jam, ternyata tidak mampu membasuh badmood.

Empat buah buku baru, baru saja saya beli dari Gramedia. Tapi, membuka sampul plastiknya pun terasa berat. Sampul plastik itu sangat tipis sekali, tapi aku merasa ia terbuat dari tembok baja setebal lima milimeter, bagian luarnya dibalut lapisan api neraka yang sangat panas. Jangankan menyentuh, mendekati saja membuat lempengan besi meleleh.

Laskar pelangi Andrea Hirata yang katanya mampu mengubah jalan hidup ribuan orang, ternyata tak berkutik menghadapi kejenuhan saya. Bahkan, rasa-rasanya membuat saya jadi tambah eneg.

Bagaimana tidak. A Ling, seorang gadis penjual kapur tulis pujaannya yang masih SD itu, katanya punya tinggi badan lebih dari 175 cm. Blaik, lha kalo sudah SMP berapa tingginya ya? Tapi lumayan lah, sedikit bisa menghibur…

Beda dengan Puthut EA. Dia menggambarkan masa kecilnya dari sudut pandang anak kecil. Jadi, pembaca jadi ikut melayang-layang ke masa kecilnya. Lha ini, Andrea kecil di ujung pulau sana, tapi sudah tahu rumus pythagoras, sudah tahu teori event organizer terkini, sudah tahu filsafat kehidupan, sudah tahu… halah.

Hayo, bagaimana ini, lha bagaimana ini, kejenuhan saya belum ngilang juga, apa ubatnya ya…

Saat pulang kampung beberapa hari lalu, aku ketemu kawan lama. Calon dokter muda dari Amerika yang masih tetap saja seperti dulu. Tetap nyantai, tetap mbanyol dan tak pernah kehabisan bahan lelucon. Dia pernah bilang, hidup ini adalah panggung srimulat, jadi harus disikapi dengan banyak lelucon. Betapapun kita meratapi nasib ini, tetap saja tidak akan mampu mengubahnya. Jadi, daripada stress, itung-itung dapat pahala dari menghibur orang.

Kali ini, dia membawa cerita yang agak seriyus dari Amerika sono. Katanya, di salah satu kota di negara ini rutin digelar lomba tahunan. Hadiahnya satu miliar dollar. Ya, lomba memeras kain wol yang tebal dan sangat basah. Lombanya digelar di tepi sungai. Jadi, peserta diwajibkan mengangkat kain wol seberat sekitar satu ton itu dari sungai dan memerasnya hingga kering. Kadar kekeringan diukur dengan sebuah mesin yang sangat canggih.

Pesertanya adalah para jagoan di tiap negara di seluruh dunia. Peserta pertama dari Jepang. Dia adalah seorang sumo. Begitu mengangkat kain wol dari sungai dia langsung memerasnya, semua tertegun, semua bersorak sorai. Hasilnya, mesin penghitung menyatakan masih ada kadar air seberar 10 liter.

Peserta kedua berasal dari China, ternyata jagoan kungfu. Dengan gayanya yang khas kungfu, dia meliuk-liukkan tangannya dan mulai mengangkat dan memeras kain wol tersebut. Penonton terkesima dan bertepuk tangan melihat ketrampilannya. Kadar airnya tinggal 7 liter.

Peserta ketiga berasal dari Amerika. Di luar dugaan, ternyata yang diajukan adalah Arnold Swarzeneger. Dengan gayanya yang sering ditampilkan di film-film, dia langsung menarik wol itu dan memerasnya. Karena digelar di Amerika sana, aplaus penonton tampak meriah luar biasa. Hampir semua penonton memberikan standing aplaus berkepanjangan. Hasilnya, ternyata masih ada sisa air 2 liter air.

Nah, giliran peserta keempat. Dia seorang lelaki tua asal Indonesia. Untuk maju ke panggung lomba, dia harus dipapah dua orang. Sejenak arena lomba hening. Semua orang terkesima. Siapa gerangan seorang tua renta yang berani-beraninya menantang jagoan-jagoan tingkat dunia itu. Tanpa banyak omong, dia langsung mengangkat kain wol seberat satu ton itu dari sungai, dan dalam sekejap dia memerasnya dengan sekali putar. Hasilnya, ternyata kain wol itu kering sama sekali. Tidak ada kadar air sedikitpun di kain wol itu.

Semua penonton terbengong-bengong. Semua terkesima, karena setelah puluhan tahun digelar lomba ini, baru kali ini ada seorang peserta bisa mengeringkan kain wol tanpa ada sisa kadar air sedikitpun.

Kontan saja semua orang mendekat, tentu saja termasuk wartawan seluruh stasiun televisi terkemuka di Amerika dan seluruh dunia. Para wartawan minta waktu khusus untuk mewawancarainya. Ada dua pertanyaan yang paling banyak dikemukakan para wartawan ini, siapa gerangan ahli memeras ini, dan apa latar belakang profesinya. Ternyata, peserta dari Indonesia yang sangat kurus ini agak susah ngomong karena habis terserang stroke.

Dengan agak tertatih-tatih dan suaranya yang berat, juara kontes memeras tingkat dunia ini bicara, “Saya pensiunan jaksa….” (Semua orang pun saling pandang.)

Ini kisah dari kawan loh, namanya mmi, dia bukan calon dokter, tapi baru saja pulang dari dokter karena istrinya baru saja melahirkan anak keduanya…

Banjarbaru,

Kamis, 31 Januari 2008

ngobrol dengan milyarder

Beberapa hari lalu, saya wawancara dengan seorang milyarder muda asal Martapura Kalsel, namanya Lihan. Tidak ada yang spesial dengan penampilannya. Hanya pake kaos oblong dan sandal jepit biasa. Rumahnya juga biasa saja, tidak menampakkan rumah seorang milyarder.  

Rumahnya dijaga seorang satpam yang juga tetangganya sendiri karena tidak tega melihat tetangganya menganggur. Satpam itupun hanya bertugas mencatat tamu-tamu yang datang ke rumahnya. Dari penampilannya yang lugu, semua orang, termasuk saya, pasti tidak akan menyangka kalau dia seorang milyarder. Tapi begitu diberitahu hitung-hitungan bisnisnya, saya langsung terkaget-kaget. Lanjut Baca »

melihat uang dengan hati

Sebelum menikah, adik saya selalu khawatir, selalu takut.
Akibatnya, pernikahannya selalu tertunda hingga beberapa tahun.
Alasannya cukup sederhana, dan saya yakin alasan ini juga dijadikan
alasan bagi banyak calon pengantin lainnya. Dia merasa gajinya
tidak bakal cukup untuk membiayai keluarganya.

Terhadap masalah ini, dia selalu berdiskusi dengan saya. Dia selalu
bilang, pernikahan harus direncanakan secara rasional karena
menyangkut perut istri dan calon anak-anaknya nanti, tentu saja
termasuk masa depan gerbong keluarganya. Jika gaji tidak cukup
untuk membiayai keluarga, mau makan apa anak istri nanti. Jika gaji
tidak cukup, bagaimana dengan biaya sekolah anak-anak nanti. Lanjut Baca »

Bicara orisinalitas sebuah karya, di bidang apa saja, untuk saat ini hampir mustahil terjadi. Apalagi orisionalitas 100 persen. Yang ada adalah pengembangan atau penambahan di sana sini. Sebuah karya baru, pastilah sudah pernah ada sebelumnya, meskipun dalam bentuk atau nuansa yang lain. Hal itu, mengingat usia alam semesta ini sudah jutaan tahun, dan setiap detik selalu terjadi pengulangan dari yang pernah ada, yang pernah terjadi di alam semesta ini.

Jadi, tidak ada istilah contek-menyontek (kecuali disengaja), karena apa yang pernah kita lakukan, apa yang sedang kita lakukan, juga yang dilakukan orang lain, pasti sudah pernah terjadi sebelumnya, meskipun dalam bentuk, ukuran atau nuansa yang lain. Tapi, untuk urusan contek-mencontek, saya setuju harus ada satu etikanya. Bukan apa-apa, sebuah karya tetaplah harus dihargai karena diciptakan melalui serangkaian proses yang terkadang tidak mudah. Lanjut Baca »